I Wayan Sugitha
I Wayan Sugitha

Budaya “Hubris” Dalam Mitologi Yunani, Daedalus memperingati anaknya Icarus

Jangan terbang terlalu rendah, air laut akan membasahi sayapmu. Jangan terbang terlalu tinggi , karena panas matahari akan melelehkan lilin yang melekat pada sayapmu. Daudalus ingatkan putranya Icarus, agar mengenali batas kemampuan nya . Sayang nasehat dan petunjuk ayahnya tidak didengar.

Icarus karena terperosok oleh kebebasan dan keberhasilan terus terbang tinggi mendekati matahari. Tragis lilin yang melekatkan pada sayapnya meleleh ,ia jatuh dan mati. Itulah kisah ” Icarus ” dipakai sebagai metafora tentang ” Hubris ” yakni :
Kesombongan yang membuat seseorang tidak mau mendengar atau peringatan.

Meskipun kisah itu terjadi ribuan tahun lalu, kisah itu tetap relevan hingga kini. Pinjam pandangan David Owen, dokter dan mantan Perdana Mentri Inggris katakan, Hubris adalah sindrom yang berkembang ketika penguasa merasa tidak lagi membutuhkan evaluasi, masukan atau koreksi. Owen, melihat gejala yang serupa ketika kritik kehilangan tempat, kemampuan untuk mengoreksi kesalahan semakin tidak terlihat.

(Oleh : Wayan Sugitha Alumni FH Unud 1981,
FH, Notariat Universitas Pajajaran 1985)

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top