Oleh : Iwayan Sugitha
Peradaban manusia tidak dilahirkan dari kekerasan tubuh , tapi dari akal terdidik .
Akal terdidik lahir dari pendidikan berkualitas , pendidikan berkualitas lahir dari regulasi yang tepat dan regulasi yang tepat lahir dari penguasa bijak .
Secara historis evolusi manusia bukan pada pactor biologis tapi pada Pemikiran. Pemikiran manusia berkembang secara progresif melalui pendidikan .
Manusia sejak lahir dihadapkan pada ketidak tahuan tentang dirinya , lingkungan , alam semesta dan Ketuhanan .
Mesti ingat dan disadari , Tuhanlah yang berikan anugrah luar biasa pada manusia yakni ” akal ” atau ” pikiran “.
Dan , pikiran ini yang bedakan manusia dan mahluk lain nya . Akal dari Tuhan tidak bisa jalan secara otopilot dan perlu alat untuk kembangkan dari akal yakni” pendidikan”. Jadi , Pendidikan jadi alat yang penting dalam sejarah peradaban manusia .
Tanpa Pendidikan manusia hanya bisa berevolusi secara phisik dan biologis , sebagaimana evolusi pada hewan .
Kutip Daoed Joesoef dalam artikelnya , Memikir Ulang Pendidikan ( 2017 ) mengatakan lumpuhnya negara bisa terjadi karena dua hal : peperangan atau konflik berkepanjangan dan pendidikan anak bangsa diabaikan .
Kedua itulah tanpa disadari telah terjadi di Indonesia . Negeri dan swasta bersaing bukan dalam peningkatan mutu pendidikan , tapi soal harga kursi .
Sumber dana pendidikan negeri hampir seluruhnya dari pemerintah . Sedangkan swasta dari kocek siswa atau calon mahasiswa .
Dahulu ada masa , masuk perguruan tinggi pendidikan bermutu dan biaya murah . Namun dalam beberapa tahun terakhir , lewat. Peraturan Menteri diberi kesempatan komersial .
Masa diatas lenyap ditelan bumi . Negeri dan swasta yang bermutu sama – sama mahal .
Beruntunglah yang mampu akademik dan finansial .
Bagaimana dengan yang mampu akademik , tapi tidak mampu secara finansial ?
Saat kursi sebagai barang dagangan , kemampuan akademik tidak menjadi prioritas , tapi semua tergantung pada kekuatan uang .
Dimana negeri dan swasta bersaing merebutkan binatang paling mahal yakni ” beruang ” alias memupuk uang .
Jika kebijakan , pendidikan dibiarkan , kita akanmenggali kuburan untuk masa depan penerus dan pemilik negeri ini .
Akibat yang timbul bukan hari sekarang , namun dimasa mendatang .
Akan timbul tanya ,relakah kita menggali kuburan untuk anak – anak bangsa , para pais paidia sebagai penerus bangsa ?
Jika RCTI – oke , dosa besar dipundak kita . Kalau tidak , ubahlah dengan semangat kemitraan .
Lewat praksis dan kebijakan pendidikan dapat merubah dunia , kata Nelson Mandela , pendidikan sebagai investasi manusia dan kemanusiaan , akan berakhir dikampung Tuhan .
( Muhammad Sultan Al Rajan , Pendidikan , Regulasi dan Penguasa : Pilar Peradaban Bangsa , Kompas , 17 – 11 – 2025 , Daoed Joesoef , Memikir Ulang Pendidikan , Kompas , 25 – 1 – 2017 )
Selamat beraktifitas , salam sehat , Rahayu untuk sahabat dan saudara semua .