KENANG DAN MEMULIHKAN NAMA BAIK SOEKARNO, PAHLAWAN PROKLAMATOR RI 🇮🇩

Oleh: I Wayan Sugitha

Soekarno adalah pelaku sejarah sekaligus Proklamator Kemerdekaan RI bersama Mohammad Hatta. Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dengan nama Koesno Sosrodihardjo. Pada bulan Juni pula beliau menutup mata di Jakarta, pada 21 Juni 1970.

Peristiwa 1965 dan rangkaian kejadian setelahnya ditandai dengan makin goyah dan melemahnya kekuasaan Presiden Soekarno karena dituduh mendukung G30S.

Puncaknya, melalui Ketetapan MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967, Presiden Soekarno dilengserkan dari kedudukannya. Saat ini sudah banyak kajian dan analisis terhadap peristiwa 1965.

Ada berbagai sudut pandang, pendekatan, penjelasan, dan kesimpulan dari ulasan-ulasan tersebut.

Sebelumnya, dalam waktu yang cukup lama, juga berlangsung gelombang desukarnoisasi. Namun, semua tahu bahwa sosok Soekarno terlalu besar untuk disisihkan.

Bersama Bung Hatta, Bung Karno ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator pada 1986, kemudian sebagai Pahlawan Nasional pada 2012.

Pemulihan nama baik Soekarno kini telah tuntas dengan pernyataan dicabutnya Ketetapan MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno.

Bung Karno memang benar tidak pernah mengkhianati bangsa dan negaranya.

Dia telah menjadi energi kehidupan, masa lalu yang tidak pernah mati.

(Nama Baik Soekarno Dipulihkan, Kompas, 10/9/2024).

Kendati harus menanti 57 tahun, di tengah ketidakpercayaan bahwa beliau berkhianat, pemulihan nama baik Bung Karno secara resmi patut kita sambut dengan rasa syukur.

Akhirnya, martabat Sang Proklamator Kemerdekaan RI dan nama baiknya sudah dikembalikan sepenuhnya.

Selamat ulang tahun Soekarno, Sang Putra Fajar, 6 Juni 1901–6 Juni 2026.

(Kompas, 23/9/2024).

Selamat beraktivitas, para sahabat dan para pembaca budiman. Salam sehat, Rahayu untuk semua.

Scroll to Top