Oleh : Iwayan Sugitha
Soekarno adalah pelaku, penemu, Proklamator Kemerdekaan RI bersama Bung Hatta.
Soekarno lahir di Surabaya, pada 6 Juni 1901 dengan nama Koesno Sosrodihardjo. Dan, di bulan Juni juga beliau menghembuskan nafas terakhir di Jakarta, 21 Juni 1970.
Sebelum wafat, Bung Karno menyampaikan pesan pada salah seorang putrinya, Megawati Soekarnoputri.
Dalam buku Tragedi Soekarno: Dari kudeta sampai Kematian nya yang ditulis Reni, Soekarno meminta pada Megawati agar tidak pernah menceritakan penyakitnya kepada rakyat .
Soekarno rela jadi korban asalkan Indonesia tetap bersatu. Adapun pesan beliau pada Megawati, bahwa kekuasaan seorang presiden pun ada batasnya dan hanya kekuasaan Tuhan yang langgeng.
Soekarno memberi contoh dirinya. Bagaimana dimasa muda , saat sedang jaya, dia diagung-agungkan. Di kala senja disingkirkan dan dibunuh pelan pelan.
Saat berkuasa, “Aku dipuja seperti Dewa dan dikutuk sebagai bandit” tulisnya seperti dikutip dalam buku.
Begitulah kuasa memiliki dampak luas dalam kehidupan. Definsinya banyak teori. Godaan nya dapat butakan orang, dan penyalah gunaannya dapat merugikan banyak orang dan terbukti dapat merengut jiwa banyak orang.
Sebagai catatan, pengingat, genggam kekuasaan tidak ubahnya seperti pelihara rubah atau serigala, binatang yang buas, ganas dan licik.
Dia akan patuh pada majikannya sepanjang kebutuhannya dipenuhi, sebaliknya dapat menyerang majikan saat lapar dan kebutuhan nya tidak dipenuhi.
Kutip frasa Viklav Havel, mantan presiden Cekoslowakia, dalam kata kuasa ada kekuatan yang begitu menggoda, tapi delusif, palsu sekaligus berbahaya.
Begitulah pesan Bungkarno sebelum beliau wafat pada putrinya Megawati .
( Jawa Pos, 27 – 6 – 2021, Kompas, 17 – 6 – 2013, Kompas, 12 – 2 – 2017 )
Selamat beraktifitas, salam sehat para sahabat, pembaca budiman dan Rahayu untuk semua.