Oleh: I Wayan Sugitha
Hidup ini adalah sebuah perjalanan, bukan perbandingan. Perjalanan jauh yang ditempuh manusia bukanlah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain.
Melainkan perjalanan dari pikiran menuju hati sendiri; perjalanan menurunkan ego, merendahkan hati, belajar menyediakan ruang keikhlasan dan kelapangan hati untuk menerima.
Jangan tertawakan badai orang lain hanya karena langitmu sedang cerah.
Ingat, sahabat… tidak semua awan datang untuk singgah. Sebagian datang untuk menghancurkan segalanya.
Hari ini mungkin Anda berdiri tenang, tanpa petir yang mengiringi perjalanan Anda.
Namun, hidup punya cara untuk mengingatkan bahwa cuaca dapat berubah tanpa permisi.
Oleh karena itu, dalam menjalani kehidupan, belajarlah berempati sebelum menghakimi. Sebab, tidak ada manusia yang selamanya selamat dari badai.
Jika saat diri Anda diuji nanti, semoga Anda tidak menemukan mata yang menertawakan Anda.
Harta adalah titipan.
Nyawa adalah pinjaman.
Kehilangan tidak bisa memilih-milih. Kita bisa kehilangan apa saja, kapan saja.
Musibah, berkah, dan berbuat salah pasti kita alami.
Dari itulah, kita sebagai hamba-Nya mesti selalu bersyukur karena diberi iman dan diberi cara untuk menghadapi musibah dengan kesabaran.
Selamat beraktivitas. Salam sehat, rahayu untuk semua para sahabat.
Mari saling mendoakan.