TERJADINYA KEJAHATAN KARENA NIAT DAN KESEMPATAN

Oleh: I Wayan Sugitha

Kebaikan dan kejahatan adalah soal perbuatan, bukan pikiran maupun kata-kata.

Mereka yang berhasil menekan kepentingan diri sendiri, mengalihkan kepentingan diri sendiri, dan melayani orang lain adalah “orang baik”.

Sebaliknya, mereka yang memanjakan diri sendiri, mengorbankan, menindas, dan melenyapkan kepentingan orang lain adalah “orang jahat”.

Apakah yang menyebabkan terjadinya kejahatan?

Kejahatan terjadi karena ada NIAT dan KESEMPATAN.

Sehingga rumusnya:

N + K = KEJAHATAN

Namun, keduanya (N + K) juga bukan variabel bebas, melainkan hasil bentukan.

Yang berperan membentuk NIAT adalah orang tua, keluarga, guru, lingkungan, dan pemimpin. Sedangkan yang berperan membentuk KESEMPATAN ialah sistem, pemerintah, alat negara, dan sejenisnya.

Kalau NIAT baik bertemu dengan KESEMPATAN yang baik, akan terwujud KEBAIKAN.

NIAT jahat bertemu dengan KESEMPATAN buruk bisa melahirkan KEJAHATAN, tetapi bisa juga tidak. Tergantung seberapa kuat niat itu sehingga tidak goyah oleh kesempatan yang buruk sekalipun.

(Taufiq Effendi, “Peran”, Jacob Sumardjo, “Kejahatan Orang Baik”, Kompas, 3–5–2017)

Selamat beraktivitas. Salam sehat para sahabat senior, yunior, dan Rahayu untuk semua.

Scroll to Top