MENGAPA KITA MESTI DAN HARUS PAHAM POLITIK?

Oleh: I Wayan Sugitha

Politik itu seni yang mulia, katanya. Dalam dunia politik, seseorang dapat melakukan hal-hal yang bisa membuat orang lain diadili, ditangkap, bahkan dicap sebagai bajingan seumur hidup.

Namun, ketika politikus melakukan hal-hal tersebut, masyarakat justru menepuk bahu mereka sambil berkata, “Bravo, wahai manusia cerdas.”

Anda bisa berbohong tentang janji yang tidak mungkin dipenuhi, dan orang-orang menganggap Anda visioner.

Anda bisa mencuri uang rakyat, dan orang menyebutnya sebagai “pengelolaan anggaran kreatif”.

Anda bisa menipu, merampok kekayaan orang lain, dan tetap dapat hadir dengan topi tinggi, kacamata, serta senyum lebar.

Hanya politik yang memungkinkan moralitas dibengkokkan seperti karet, sementara penghormatan tetap utuh.

Yang lucu, rakyat sendiri ikut menari di atas panggung sandiwara itu. Mereka mendukung, bahkan membela politikus.

Seakan-akan penipuan dan perampokan adalah trik sulap yang patut dikagumi. Jadi, jangan heran jika politikus dianggap pahlawan.

Di alam atau dunia lain, seseorang yang melakukan hal-hal tersebut akan dicaci maki, dijauhi, bahkan diadili.

Tetapi di dunia politik? Mereka diberi medali, tepuk tangan, dan kursi kehormatan. Di sanalah letak tragedi sekaligus komedinya.

Politik mengubah dosa menjadi prestasi dan penipuan menjadi seni.

Meminjam pandangan Mark Twain, politik adalah satu-satunya profesi yang memungkinkan seseorang untuk berbohong, mencuri, menipu, dan merampok, tetapi tetap dihormati.

Dalam politik, kehormatan sering kali tidak lahir dari integritas, tetapi dari kecakapan merapikan kepalsuan.

Di balik senyum pemimpin dan janji yang tampak mulia, ada meja perundingan gelap tempat kepentingan pribadi dinegosiasikan lebih serius daripada nasib rakyat.

Begitulah politik bekerja ketika kebohongan dipoles sebagai komunikasi dan korupsi disamarkan sebagai strategi.

Yang paling membuat hati miris dan memprihatinkan bukanlah bahwa politisi bisa berbohong, mencuri, dan tetap dihormati. Yang lebih memprihatinkan adalah rakyat terlalu sering dipaksa menganggap hal itu sebagai sesuatu yang lumrah.

Mengapa Kita Harus Paham Politik?

Dalam kongko-kongko sehari-hari, sering muncul celetukan ringan ketika orang-orang berkumpul dan berpikir, “Kamu pernah nggak berpikir, ah, aku tidak suka politik. Ribet dan banyak drama?”

Padahal, jika kamu tidak peduli terhadap politik, politik dapat mengatur hidupmu tanpa kamu sadari.

Di dunia kampus, politik tidak selalu berarti BEM atau pemilihan ketua. Kadang, politik terlihat dari siapa yang suaranya lebih didengar dalam rapat kelas atau siapa yang mampu memengaruhi arah keputusan kelompok.

Itu semua merupakan bentuk politik kecil yang setiap hari kita hadapi, bahkan ketika sedang kongko-kongko.

Penjelasan Ilmiah dan Filosofis

Mengutip frasa Aristoteles, manusia adalah zoon politikon, makhluk sosial yang hidup dalam struktur kekuasaan dan pengaruh. Artinya, ketika kamu mengatakan, “Aku tidak terlibat politik,” sebenarnya kamu sudah menjadi bagian dari sistem politik.

Di sisi lain, filsuf Michel Foucault juga menegaskan bahwa kekuasaan tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi hadir dalam setiap hubungan sosial.

Dari dosen yang menentukan nilai hingga kelompok yang mendominasi diskusi, semuanya merupakan bentuk micro-politics yang mengatur dinamika kehidupan.

Kenapa Harus Paham Politik?

Paham politik berarti memahami cara berpikir kritis, membaca dinamika sosial, serta melindungi diri dari manipulasi.

Seperti yang sering dikaitkan dengan Plato, jika kamu menolak terlibat dalam politik, kamu akan dipimpin oleh orang yang lebih buruk darimu.

Itulah politik, seni yang mulia, katanya. Politik mengatur kehidupan bersama yang lahir dari kebutuhan manusia untuk memahami dunia dan mengelola kepentingan bersama.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan ilmu sejarah dan agama. Agama memberi makna, politik mengatur kehidupan bersama, sedangkan sejarah mencatat dan menyimpan ingatan.

Selamat beraktivitas. Salam sehat untuk para sahabat senior, junior, pembaca budiman, dan Rahayu untuk semua.

Scroll to Top