Oleh: I Wayan Sugitha
Memberi manis pada kopi, tetapi yang mendapat pujian justru kopinya. Jika kopinya pahit, yang menjadi kambing hitam atau disalahkan justru gulanya.
Begitu juga dengan akar pohon yang membuat pohon berbuah lebat dan berbunga indah. Namun, yang mendapatkan pujian adalah pohonnya, bukan akarnya.
Tidak semua yang kita lakukan dengan baik akan diakui, padahal sejatinya kita sudah berusaha memberikan yang terbaik.
Itulah kebaikan sebagai bentuk keikhlasan tanpa pamrih. Dalam hidup, kita bisa menanam kebaikan di semua tempat.
Namun, tidak bisa menerima kebaikan di semua tempat.
Seperti gula pasir yang memberikan rasa manis pada kopi, dan akar pohon yang membuat pohon menghasilkan buah lebat serta bunga yang indah.
Ingat, sahabat, jika Anda berbuat baik, jangan risaukan apa pun pendapat orang. Kenapa?
Karena mata yang sama bisa memiliki pandangan yang berbeda.
Mulut yang sama bisa mengucapkan hal yang berbeda. Telinga yang sama bisa berbeda dalam mengartikannya. Dan sikap yang sama bisa dinilai secara berbeda.
Sejatinya, keindahan manusia tidak terletak pada kepintaran atau kehebatannya, tetapi pada kebaikannya.
Karena itu, hidup adalah memilih. Boleh menjadi orang penting, tetapi lebih penting menjadi orang baik.
“Boleh jadi orang penting, tetapi lebih penting jadi orang baik.”
— Hoegeng Iman Santoso
Selamat beraktivitas kepada para sahabat, senior maupun yunior.
Salam sehat dan rahayu untuk semua.