Oleh: I Wayan Sugitha
Banyak orang dalam menjalankan swadarma ingin meraih hidup yang sukses. Namun, sukses itu bukan tujuan, melainkan sebuah proses.
Gambaran tentang apa itu sukses pasti berbeda-beda bagi setiap orang. Ada gambaran tradisional tentang kesuksesan yang sering dijadikan ukuran.
Ada yang mengatakan bahwa menjadi orang sukses berarti:
- memiliki kekayaan seperti Bill Gates;
- memiliki kecerdasan seperti Albert Einstein;
- memiliki hati seperti Bunda Teresa;
- memiliki imajinasi seperti Walt Disney; dan lain-lain.
Kebanyakan orang salah mengartikan makna sukses. Mereka menganggap sukses adalah ketika mendapatkan apa yang diinginkan, yang pada akhirnya berintikan pencapaian.
Ukurannya lebih banyak bersifat kuantitatif dan dapat dilihat, seperti sudah memiliki rumah, istri, mobil, atau merasa sudah tiba di tujuan.
Padahal, sukses adalah perjalanan, bukan tujuan dan bukan pula suatu tempat. Sukses adalah perjalanan yang Anda tempuh dalam kehidupan.
SUKSES ITU DIBAYAR
Banyak orang ingin hidup sukses. Mereka ingin memiliki rumah yang nyaman, pekerjaan yang mapan, usaha yang berkembang, serta kehidupan yang lebih baik.
Namun, tidak semua orang mau membayar harga dari sebuah kesuksesan.
Ada orang yang menghabiskan waktunya dengan begadang setiap malam tanpa tujuan, lalu bangun ketika Sang Surya telah tinggi.
Ada pula orang yang setiap hari menghabiskan waktu berjam-jam bermain media sosial dan mengeluhkan hidupnya yang tidak berubah.
Padahal, waktu selalu tersedia dan merupakan aset paling mahal yang dimiliki setiap orang.
Sukses tidak pernah datang karena keberuntungan semalam. Sukses akan datang kepada mereka yang bangun lebih awal, belajar saat orang lain bermalas-malasan, bekerja saat orang lain mencari alasan, dan tetap disiplin meskipun tidak ada yang melihat.
Keringat adalah bukti ketika kita masih berjuang.
Disiplin adalah bukti bahwa kita menghargai impian kita.
Orang yang disiplin mungkin akan merasa lelah hari ini, tetapi sesungguhnya ia sedang membangun kehidupan yang kelak akan disyukurinya di masa depan.
Jangan iri melihat hasil yang dimiliki dan dinikmati orang lain jika kita tidak mengetahui berapa banyak pengorbanan yang telah mereka lakukan.
Di balik setiap kesuksesan, ada pagi-pagi yang dimulai lebih awal. Ada cerita kegagalan yang tidak diceritakan. Ada air mata yang disembunyikan. Ada pula kerja keras yang terus dilakukan tanpa henti.
Hai, sobat, kawan, dan sahabat…
Sukses itu bukan “HADIAH”, melainkan “UPAH”.
Upah diberikan kepada mereka yang benar-benar bekerja untuk mendapatkannya, bukan kepada mereka yang hanya duduk diam dan berharap.
Jika hari ini Anda masih memiliki mimpi yang besar, jangan hanya berucap dan berharap.
Lakukan.
Bangun lebih pagi, gunakan dan atur waktu Anda dengan baik, disiplin terhadap diri sendiri, konsisten, dan lakukan langkah-langkah kecil setiap hari.
Karena masa depan tidak ditentukan oleh apa yang Anda impikan, tetapi oleh apa yang Anda lakukan mulai hari ini.
Sukses itu tidak gratis. Sukses dibayar dengan keringat, waktu, pengorbanan, konsistensi, dan disiplin setiap hari.
GAMBARAN SUKSES MENURUT JOHN C. MAXWELL
Kutipan dan gambaran tentang sukses yang benar menurut John C. Maxwell:
“Sukses adalah…”
- Mengetahui tujuan hidup Anda.
- Mengembangkan diri hingga mencapai potensi Anda.
- Menabur benih yang bermanfaat bagi orang lain.
Dari definisi di atas, sukses adalah perjalanan, bukan tujuan dan bukan tempat di mana Anda sudah tiba suatu hari nanti.
Sebaliknya, sukses adalah perjalanan yang Anda tempuh. Meminjam frasa Dato Sri Tahir, sukses itu dibayar, bukan hadiah, tetapi upah.
(Dato Sri Tahir, John C. Maxwell, “Your Road Map for Success”, Arvan Pradiansyah, “Tujuh Rahasia Hidup yang Bahagia”)
Selamat beraktivitas, para sahabat dan pembaca budiman.
Salam sehat dan Rahayu.