AIR JERNIH DAN PERKATAAN ORANG LAIN

Oleh: I Wayan Sugitha

Ingat, kawan dan sahabat, air yang jernih tidak akan berubah menjadi keruh hanya karena dilempari batu.

Begitu juga manusia yang baik, cerdas, dan berintegritas tidak mudah berubah hanya karena perkataan dan perlakuan orang lain.

Filsuf Marcus Aurelius mengajarkan bahwa tidak seorang pun dapat melukai jiwa kita tanpa persetujuan dari diri kita sendiri.

Kita tidak akan selalu menderita karena perkataan dan tindakan orang lain. Orang lain mungkin menghina, memfitnah, merendahkan, bahkan memperlakukan kita dengan tidak adil.

Namun, ingatlah selalu, batu yang dilemparkan ke air jernih hanya akan menimbulkan riak untuk sesaat. Setelah itu, riak tersebut akan menghilang dan air kembali tenang.

Begitu pula dengan kita. Tetaplah jernih, tetaplah baik.

Jangan biarkan ucapan penghinaan, fitnah, sikap merendahkan, dan perlakuan tidak adil dari orang lain menguasai hati dan pikiran kita.

Sebab, semua itu akan menjadi luka yang dalam ketika kita membiarkannya menguasai pikiran dan hati.

Seperti sebuah rumah yang selalu terkunci. Orang di luar boleh mengetuk, berteriak, bahkan melempar batu. Namun, selama pemilik rumah tidak membukakan pintu, mereka tidak akan bisa masuk.

Ucapan atau perkataan orang lain berada di luar diri kita. Kitalah yang menentukan apakah akan membiarkannya masuk, tinggal, dan menguasai pikiran kita.

Kita tidak dapat mengendalikan apa yang dilakukan orang lain. Namun, kita selalu memiliki pilihan untuk mengendalikan diri dan menentukan bagaimana kita meresponsnya.

Pada akhirnya, bukan setiap hinaan yang menghancurkan kita, melainkan ketika kita menyerahkan jiwa dan kedamaian kita kepada orang lain.

Kebaikan sejati tidak akan menjadi keruh, apa pun yang menimpanya.

Karena itu, sebagaimana ajaran Filsuf Marcus Aurelius, janganlah kita berubah hanya karena ucapan atau tindakan orang lain yang berada di luar diri kita.

“Tidak seorang pun dapat melukai jiwamu tanpa persetujuanmu.”

Selamat beraktivitas. Salam sehat untuk para sahabat, yunior, senior, dan seluruh pembaca budiman.

Rahayu.

Scroll to Top