ARTI PERSAUDARAAN DAN UJIAN PERJALANAN HIDUP

Oleh: I Wayan Sugitha

Orang tua yang memahami kehidupan dan bijaksana dalam menggunakan waktu pernah berkata: “Dalam pergaulan hidup, bertengkar dengan teman itu hal biasa.

Tetapi, jangan bertengkar dengan saudara sampai saling mengumpat dan menjauh dengan mengucapkan kalimat: ‘Sejak hari ini, kita putuskan persaudaraan kita.’

Ingat, Nak… teman bisa datang dan pergi. Namun, saudara adalah darah daging kita.

Tidak ada kakak atau adik yang bisa digantikan. Sementara itu, hubungan yang retak membutuhkan waktu untuk memperbaikinya.

Kalau bisa mengalah, mengalahlah.

Kalau bisa memaafkan, maafkanlah. Jangan menunggu kehilangan, baru kemudian menyadari arti persaudaraan.

Jangan hapus persaudaraan hanya karena kebencian. Sebaliknya, hapuslah kebencian demi utuhnya persaudaraan.

Ujian dalam perjalanan hidup kita adalah meninggalkan dunia.

Apa yang kita cari adalah apa yang kita tinggalkan.

Sebaliknya, apa yang kita beri adalah yang kita bawa.

Jadi, hidup ini adalah perjalanan pulang. Kita bukan pemilik dunia, hanya singgah sebentar.

Jangan biarkan marah dan iri hati mencuri waktumu, anak-anakku.

Waktu selalu berjalan. Setiap detik yang hilang akan menjadi bagian yang paling jauh, tak pernah kembali, dan berubah menjadi masa lalu.

Oleh karena itu, pahamilah arti persaudaraan. Isilah waktu dengan cinta dan rasa syukur, serta tanamlah kebaikan-kebaikan semampu dan sebanyak yang dapat dilakukan.

Karena itulah rapor dan bekal sejati dalam perjalananmu, anak-anakku, saat tiba di kampung-Nya.

Selamat berakhir pekan. Salam sehat untuk para sahabat dan para pembaca budiman.

Rahayu untuk semua.

Scroll to Top