GYO KUON HOSO DAN RENGASDENGKLOK

Oleh: I Wayan Sugitha

Ada sejarah sebagai cerita dan ada sejarah sebagai peristiwa. Sebagai peristiwa, sesuatu benar-benar terjadi dan menjadi fakta.

Peristiwa Gyo Kuon Hoso terjadi di Jepang dan peristiwa Rengasdengklok terjadi di Indonesia. Bagaimana kaitan dua peristiwa tersebut? Untuk mengetahuinya, mari ikuti ulasan tulisan di bawah ini.

Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Amerika Serikat. Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertempuran dalam Perang Dunia II, setelah sebelumnya Jepang menyerang Pearl Harbor. Pada saat itu, Jepang berada di bawah pemerintahan Kaisar Hirohito. Akhirnya, untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak, pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito menyampaikan pidato melalui radio. Siaran suara Kaisar tersebut dikenal dengan sebutan Gyo Kuon Ho̅so̅, yang menyampaikan kepada rakyat Jepang bahwa Jepang telah menyerah.

Bagaimana hubungannya dengan Peristiwa Rengasdengklok?

Dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu tanpa syarat, terjadi perbedaan pendapat antara kelompok muda dan kelompok tua dalam menentukan waktu pelaksanaan kemerdekaan. Kelompok pemuda menginginkan Proklamasi Kemerdekaan segera dilaksanakan menyusul kekalahan Jepang oleh Sekutu. Di sisi lain, Soekarno tetap berpendirian bahwa Jepang secara de facto masih berkuasa.

Soekarno dan Hatta kemudian diamankan ke Rengasdengklok oleh kelompok pemuda. Pada pagi hari tanggal 16 Agustus 1945, mereka dijemput dan dibawa kembali ke Jakarta dengan pengawalan tentara PETA.

Saat itu, yang berada di Rengasdengklok adalah Soekarno, Hatta, Fatmawati, dan Guntur yang masih berusia 8 bulan. Ahmad Soebardjo kemudian berperan sebagai tokoh yang ikut menjembatani perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua.

Sebelumnya, pada tanggal 15 Agustus 1945, kelompok pemuda mengadakan rapat di Jalan Cikini 71, Jakarta, di bawah pimpinan Chaerul Saleh. Setelah pertemuan dengan kelompok pemuda, disepakati bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebelum pukul 12.00 siang.

Demikianlah kaitan antara Gyo Kuon Ho̅so̅, sebagai peristiwa ketika berita menyerahnya Jepang disampaikan Kaisar melalui pidato radio, dengan Peristiwa Rengasdengklok, yaitu pengamanan Soekarno dan Hatta oleh kelompok pemuda menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

(Jawa Pos, 16 Agustus 2016)

Selamat beraktivitas. Salam sehat dan rahayu untuk para sahabat dan pembaca budiman.

Merdeka!

Scroll to Top