HARI SUCI TUMPEK KANDANG / UYE

HARI SUCI TUMPEK KANDANG / UYE

Oleh: I Wayan Sugitha

Pada hari ini, Sabtu, 5 September 2026, umat Hindu merayakan Hari Suci Tumpek Kandang atau Tumpek Uye.

Tumpek Kandang, yang sering disebut Tumpek Uye, merupakan hari suci umat Hindu, khususnya di Bali, untuk memuliakan dan menyayangi binatang serta satwa sebagai bagian dari kehidupan alam semesta.

Hari suci ini jatuh setiap 210 hari sekali, tepatnya pada hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, Wuku Uye dalam kalender Bali.

Makna dan Tujuan Tumpek Kandang / Uye

Sebagai wujud syukur dan terima kasih kepada binatang

Tumpek Kandang menjadi momentum bagi umat Hindu untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada binatang karena telah membantu kehidupan manusia.

Selain itu, umat juga mengucapkan rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas karunia berupa hewan ternak maupun hewan peliharaan yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Pemujaan kepada Rare Angon

Pada Tumpek Kandang, umat Hindu memuja manifestasi Tuhan sebagai Sang Hyang Siwa Pasupati atau Rare Angon, yaitu sebagai penguasa dan pelindung seluruh makhluk hidup di alam semesta.

Menjaga keharmonisan alam

Tumpek Kandang juga menjadi pengingat bagi manusia bahwa dirinya tidak hidup sendiri, melainkan berdampingan dengan makhluk hidup lainnya dan bergantung pada keseimbangan ekosistem alam.

Penyucian diri

Peringatan Tumpek Kandang juga dimaknai sebagai upaya menetralisasi sifat-sifat kebinatangan (sato) yang ada dalam diri manusia, agar manusia senantiasa berperilaku sesuai dengan ajaran Dharma.

Perayaan Tumpek Kandang Secara Sekala

Jika dilihat dari cara pelaksanaannya secara sekala atau nyata, umat Hindu biasanya memandikan dan memberikan sesajen khusus kepada hewan peliharaan atau ternak, seperti sapi, kerbau, anjing, babi, dan kucing.

Di era digital dan modern, perayaan Hari Suci Tumpek Kandang atau Tumpek Uye juga dapat diisi dengan berbagai kegiatan nyata yang mencerminkan kepedulian terhadap satwa dan lingkungan, seperti vaksinasi rabies serta pelepasan burung atau ikan ke alam bebas.

Tradisi Niskala

Secara niskala atau spiritual, umat Hindu melakukan persembahyangan bersama di rumah, pura, atau tempat suci untuk memohon keselamatan bagi binatang serta kelancaran rezeki bagi pemiliknya.

Dengan demikian, Hari Suci Tumpek Kandang atau Tumpek Uye dirayakan oleh umat Hindu sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Peringatan ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi manusia untuk senantiasa menjaga dan merawat alam beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya.

Dengan menjaga keseimbangan tersebut, keharmonisan antara manusia dan alam diharapkan tetap terpelihara.

Peringatan Hari Suci Tumpek Kandang atau Tumpek Uye juga menjadi pengingat agar manusia tidak bersikap eksploitatif terhadap makhluk hidup lainnya.

Selamat Hari Suci Tumpek Kandang atau Tumpek Uye bagi umat Hindu yang merayakan.

Salam sehat untuk para sahabat dan pembaca budiman. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita sebagai hamba-hamba-Nya serta menjaga alam raya beserta seluruh isinya.

Scroll to Top