Oleh: Iwayan Sugitha
Kebenaran itu dimensi hati . Natural , terbawa sejak lahir . Dan , menuntun manusia pada keselamatan .
Tidak semua yang ramai itu benar dan tidak semua yang sunyi itu salah.
Manusia sering mengikuti suara terbanyak , padahal kebenaran tidak ditentukan oleh jumlah .
Sahabat sejati kebenaran adalah waktu .Kebenaran dapat dibungkam, namun tidak dapat dibunuh .
Veritas Num Quam Perit , kebenaran tidak pernah binasa .
Kebenaran lebih bernilai dari kepintaran , buta kepintaran masih lebih baik dari buta kebenaran . Mengapa ?
Manusia tanpa kepintaran masih bisa hidup . Tanpa kebenaran manusia akan punah .
Orang berpikir akan mencari alasan , sedangkan orang yang hanya mengikuti akan mencari pembenaran .
Dalam jalani Swadarma kehidupan , benar semua punya hati , tapi tidak semua punya nurani .
Mengingatkan , manusia sebagai hamba – hamba Nya dalam pergaulan hidup , lebih suka mencari pembenaran , daripada mengakui dan memperbaiki sebuah kesalahan.
Jangan berlindung dibalik kepandaian bersilat lidah sebab , disaat diri ini salah , hukum dari Tuhan sebagai Antaryamin ( Penyaksi kehidupan ) mustahil untuk dihindari.
Selamat beraktifitas , semangat ,salam sehat , Rahayu untuk semua sahabat dan semua mahluk berbahagia