Oleh: I Wayan Sugitha
Hidup, selain merupakan perjalanan untuk melawan kemarahan sebagai salah satu musuh dalam diri, juga merupakan perjalanan untuk pulang.
Kita sebagai hamba-Nya bukanlah pemilik dunia. Kita hanya singgah sebentar di dalamnya.
Jangan biarkan kemarahan dan iri hati mencuri waktumu. Setiap detik yang hilang tidak akan pernah kembali dan menjadi sesuatu yang paling jauh dari jangkauan kita.
Jika kamu pernah marah hingga dada terasa sesak, pikiran terasa panas, bahkan sampai tidak bisa tidur, itu tanda bahwa kamu sedang meneguk racun sendiri.
Mengutip pandangan filsuf Romawi Kuno, Seneca, kemarahan adalah seperti racun yang kita minum sendiri sambil berharap orang lain yang mati.
Kemarahan itu wajar dan sering dianggap sebagai bentuk perlawanan. Namun, kemarahan ibarat api. Ia memberi rasa kuat sesaat, tetapi jika dibiarkan terus menyala, api itu akan membakar segalanya, termasuk kedamaian hati.
Di dunia modern seperti sekarang, satu letupan kemarahan dapat menghancurkan hubungan, pekerjaan, bahkan citra diri.
Kemarahan tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah. Ia justru memperbesar luka dan memperkecil kebijaksanaan.
Orang yang terus-menerus marah bukan berarti tegas, tetapi bisa jadi sedang kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Padahal, kekuatan sejati justru lahir dari kemampuan mengendalikan diri.
Saat belajar menahan amarah, bukan berarti kamu lemah. Justru di situlah kekuatan sejati dirimu sedang diuji.
Kemarahan tidak membuatmu tenang dan menang. Ia justru membuatmu kehilangan kendali atas diri sendiri.
Dalam menghadapi kemarahan, ketenangan adalah kemenangan sejati. Orang yang tetap tenang di tengah badai sejatinya telah menundukkan dunia—terutama kemarahan yang ada di dalam dirinya.
Jadi, mulai hari ini, berhentilah meminum racun itu. Tenangkan hati, lepaskan dendam, berikan maaf, dan biarkan kedamaian tumbuh di dalam diri.
Mesti diingat, hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dalam kemarahan yang tidak mengubah apa pun.
Jangan selesaikan amarah dengan amarah. Selesaikan dengan memberi maaf. Berteman dan bergaullah dengan orang-orang yang memiliki integritas.
Pergaulan memengaruhi cara pandang dan masa depanmu.
Selamat beraktivitas. Salam sehat, rahayu untuk Anda dan kita semua.