Oleh : Iwayan Sugitha
Bagaimana latar belakang terjadinya Pristiwa Rengas dengklok?
Latar belakang pristiwa Rengas dengklok penting untuk diketahui. Adapun pristiwa Rengas dengklok merupakan penculikan Soekarno & Hatta yang terjadi sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Latar belakang terjadinya Pristiwa Rengas dengklok, karena adanya perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua, terkait kapan Proklamasi Kemerdekaan diucapkan.
Ketika itu, golongan muda menginginkan agar Soekarno & Hatta memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia lantaran Jepang sudah menyerah pada Sekutu pada 14 Agustus 1945. Dan, dilanjutkan pada 15 Agustus 1945, Jepang yang saat itu dibawah Kaisar Hiro Ito, sampaikan pidato radio dengan siaran suara Kaisar disebut: Gyo Kuon ho’ so ‘ , bahwa Jepang menyerah. Namun, golongan tua menentang nya , karena pertimbangan soal Keamanan, masih dibawah Penjajahan Jepang.
Karena tidak sabar, golongan muda seperti Chairul Saleh, Sukarni dan Wikana dan bersama pemuda lainnya, memutuskan untuk amankan Soekarno dan Hatta ke Rengas dengklok sebuah daerah di Krawang, Jawa Barat. Ibu Fatmawati, Guntur juga dibawa ke Rengas dengklok.
Naskah Proklamasi dirumuskan oleh Soekarno, Hatta dan Akhmad Soebardjo dan diserahkan pada Sayuti Melik untuk diketik dan didampingi oleh BM Diah.
Naskah Proklamasi tersebut kemudian dibacakan secara langsung oleh Soekarno dan didampingi Hatta, pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00. WIB, di jalan Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta. Dan, dibarengi dengan berkibarnya bendera pusaka Merah Putih, berukuran 276 x 200 Cm yang dijahit Fatmawati, istri Soekarno dan dinaikkan pertama kali oleh pasukan paskibraka ditiang bambu , dibawah pimpinan Kapten Latief Hendro ningrat.
(Jawa Pos, 16 – 8 – 2016).
Selamat beraktifitas, salam Sehat, Rahayu untuk para sahabat pembaca budiman dan kita semua.