PIKIRAN TERDIDIK

Oleh: Iwayan Sugitha

Pikiran adalah kekuatan yang sangat efektif. Tanpanya, setiap kekuatan hanya besar saja (Victor Hugo).

Kemuliaan manusia terletak pada pikiran nya (Pascal). Berpikir itu sederhana dan butuh waktu sekejap. Namun, ia memiliki proses yang kuat dari tujuh sumber yang berbeda. (Orang tua, keluarga, masyarakat, sekolah, teman, media massa, dan diri sendiri)

Tujuh sumber itu memberi kekuatan luar biasa pada proses berpikir dan menjadi referensi bagi akal yang digunakan setiap orang, entah disadari atau tidak.

Masalah terbesar, sumber mendasar manusia dan segala sesuatu bermula dari pikiranmu, maka jagalah ia sebagaimana kamu menjaga jantung kehidupanmu , karena dari sanalah arah hidup mu ditentukan.

Pikiran tempat lahir nya harapan, keputusan dan tindakan yang membentuk masa depan. Apa yang kau pelihara dalam batin akan mempengaruhi caramu melihat dan jalan kehidupan.

Orang bijaksana faham, bahwa pikiran yang dipengaruhi oleh ilmu, kebenaran, dan kebajikan akan melahirkan tindakan yang bermanfaat.

Sebaliknya, pikiran yang dipenuhi kegelisahan, prasangka dapat kaburkan arah hidup, oleh sebab itu, jaga kualitas pikiran, yang merupakan tanggung jawab terbesar pada diri sendiri.

Isilah pikiran dengan ilmu yang baik, renungan yang dalam dan harapan yang membangun. Dan, pikiran penentu hasil atau karma dalam ber karma.

Pikiran yang terdidik

Kutip frasa Aristoteles, ajarkan pikiran yang terdidik bukanlah yang percaya kepada semua hal, tapi pikiran yang tahu apa yang pantas dipersilahkan masuk.

Seperti penjaga pintu istana, ia tidak membuka kepada setiap orang yang datang. Ia akan bertanya, memeriksa siapa yang bisa masuk.

Sebab jika salah orang bisa hancurkan seluruh istana. Begitu pula pikiran manusia setiap hari, pendapat, berita, nasehat, keyakinan datang mengetuk pintu pikiran kita.

Jika semua diterima tanpa pertimbangan, cepat atau lambat pikiran kan dipenuhi kebohongan, prasangka dan kesesatan.

Namun, jika semua ditolak, kita juga menutup pintu bagi kebenaran dan pembelajaran.

Aristoteles ingatkan, pikiran terdidik bukan gerbang selalu terbuka dan bukan tembok selalu tertutup.

Pikiran adalah penjaga yang bijaksana. Mendengarkan setiap perkataan ,pertimbangan dengan akal. Lalu persilahkan kebenaran untuk masuk.

Socrates berkata, “dengan pikiran, seseorang bisa menjadikan dunianya berbunga-bunga atau berduri-duri”.

Plato mengatakan, “sumber setiap perilaku adalah pikiran. Dengan pikiran kita bisa sengsara atau bahagia”

Berpikir tidak memiliki batas-lintas waktu , jarak, dan ruang. Pikiran miliki kekuatan yang bisa muncul pada pagi, siang dan sore dalam kondisi apapun.

Pikiran adalah sumber pendorong perilaku, sikap, dan hasil yang kita dapatkan. Pikiran itu menentukan sukses atau gagal dan bahagia atau sengsara.

Pikiran dapat menjadikan kamu sebagai orang berjiwa sehat atau sakit. Mampu membuat kehidupan sehat atau sebaliknya.

Pikiran dapat menjadikan kamu sebagai orang tua teladan atau sebaliknya , menjadikan sebagai karyawan , pimpinan berprestasi atau sebaliknya . Semua itu bergantung pada bagaimana kamu merencanakn tujuan dan merealisasikan .

Salah seorang guru kehidupan berkata, “jika kamu ingin sukses, pelajarilah kesuksesan itu dan berpikirlah seperti orang-orang sukses.

Jika kamu ingin bahagia, pelajarilah kebahagiaan dan berpikirlah seperti orang-orang berbahagia.

Dan , ingat pikiran adalah pilihan mu sendiri ,penentu karma dalam berkarma .

Pikiran terdidik bukan yang percaya pada semua hal , tetapi pikiran yang tahu apa yang pantas dan dipersilahkan masuk .
(Dr. Ibrahim Elfiky, terapi Berpikir Positif)

Selamat beraktifitas, salam sehat untuk para sahabat pembaca budiman, Rahayu.

Scroll to Top