PIKIRAN DAN NYAWA MANUSIA

Oleh: I Wayan Sugitha

“Kemuliaan manusia terletak pada pikirannya.”
— Pascal

“Pikiran adalah kekuatan yang sangat efektif. Tanpanya, setiap kekuatan hanya besar saja.”
— Victor Hugo

Tiga hal abadi yang tak terpisahkan adalah pikiran, kehidupan, dan kebebasan.

Rumah terbesar dalam dirimu adalah pikiranmu sendiri. Sumber mendasar dari masalah terbesar manusia sesungguhnya tidak berada di luar diri, melainkan di dalam pikiran.

Meminjam pandangan mantan Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt, dalam berbicara tentang pikiran terdapat tiga tingkatan.

Pikiran kecil suka membicarakan orang lain dan menghasilkan gosip.

Pikiran sedang berbicara tentang peristiwa dan menghasilkan pengetahuan.

Pikiran besar berbicara tentang gagasan dan diskusi, serta menghasilkan solusi.

Sedangkan nyawa manusia sebagai ciptaan-Nya adalah sebuah pinjaman. Nyawa itu rapuh dan lemah serta telah ditentukan batasnya sebagai takdir. Tidak dapat dilawan, tidak dapat ditentang, dan pada akhirnya tidak dapat dipertahankan selamanya.

Hidup ini tentang membuka mata dan menutup mata.

Ketika masih hidup dan membuka mata pada pagi hari, ingatkan dan sadarkan diri bahwa hidup adalah anugerah terindah dari Tuhan sebagai Antaryamin (Penyaksi Kehidupan).

Tiap detik, menit, jam, dan setiap hari sangatlah berharga, tidak ternilai harganya. Karena itu, jagalah dan rawat tubuh kita dengan sebaik-baiknya. Kesehatan adalah modal utama agar kita dapat terus menjalani kehidupan dan memberikan pertolongan kepada sesama.

Jika sesuatu yang paling mahal di dunia, yakni kesehatan, raib, maka nikmatnya kehidupan pun tidak lagi terasa. Pada akhirnya, kehidupan akan berujung pada hilangnya nyawa manusia, yakni kematian.

Pikiran yang dipenuhi pengetahuan dan nilai-nilai yang baik akan menjadi tempat lahirnya salah satu inti budaya, yakni kebenaran, harapan, dan keputusan yang bijaksana.

Dari sanalah kekuatan untuk menghadapi kehidupan bertumbuh. Orang bijak memahami bahwa tidak setiap pendapat harus disimpan dalam hati. Ia mendengar dengan tenang, mengambil pelajaran yang bermanfaat, dan melepaskan hal-hal yang tidak membangun.

Dengan terus belajar dan mengembangkan diri, ia menjadikan pikirannya semakin kuat dan tidak mudah goyah oleh penilaian yang berubah-ubah.

Rawatlah pikiran dengan setiap hari membaca, belajar, dan merenungkan hal-hal yang membawa kebaikan.

Isi hidup dengan harapan, kebijaksanaan, dan keyakinan untuk terus bertumbuh.

Saat pikiran menjadi tempat yang kokoh bagi ilmu dan karakter yang baik, semangatmu akan tetap menyala dan langkahmu membawa manfaat bagi dirimu maupun banyak orang.

(Dr. Ibrahim Elfiky, Terapi Berpikir Positif)

Selamat beraktivitas untuk para sahabat dan para pembaca budiman.

Salam sehat dan Rahayu untuk semua.

Scroll to Top