Lukisan by Dokter Bagus Darmayasa

KEBENARAN DAPAT DIBUNGKAM, TIDAK DAPAT DIBUNUH

Oleh: I Wayan Sugitha

Kebenaran itu natural . Terbawa sejak lahir, dimensi hati atau nurani , lawan dari kesalahan , kebohongan , kebenaran itu milik banyak orang dan menuntun manusia pada keselamatan .

Kebenaran mungkin dibungkam , keadilan mungkin ditunda namun kedua duanya tidak dapat dimusnahkan .

Suara kebenaran harus tetap hidup meskipun dibayar dengan ancaman , intimidasi bahkan nyawa sekalipun.

Dalam dunia hukum , kutipan ini menjadi pengingat bahwa hukum bukan kumpulan pasal ,tapi sarana untuk menjaga kebenaran dan menegakkan keadilan .

Mungkin kadang ada fakta disembunyikan , saksi dibungkam atau putusan terasa tidak memihak , namun sejarah berulang kali membuktikan , kebenaran memiliki cara untuk muncul kepermukaan .

Veritas Num Quam Perit , kebenaran tidak pernah binasa . Karena itu, tugas
penegak hukum , akademisi , masyarakat bukan hanya mencari kemenangan , tapi tetap menjaga agar kebenaran tetap punya ruang berbicara .

Sebab keadilan tertunda bukan berarti keadilan telah mati , dan kebenaran yang disembunyikan bukan berarti kebenaran telah hilang .

Mencari kemenangan dalam perdebatan bukan menemukan kebenaran .Kebenaran sejati membuahkan kebijaksanaan.

Orang yang benar-benar bijaksana , tidak pernah merasa paling benar . Ia akan tetap rendah hati , mau mendengar dan menghormati orang lain meskipun beda pendapat.

Mari kita lebih banyak bercermin daripada menunjuk . Karena kesombongan intelektual sering kali menjadi penghalang terbesar untuk menemukan kebenaran .

Dari itu karena Hidup adalah Memilih , lebih baik memilih menjadi orang benar walau tidak pintar, daripada menjadi orang pintar tapi tidak benar .( Bodiya)

Buta kepintaran masih lebih baik daripada buta kebenaran , kenapa ?

Manusia tanpa kepintaran masih bisa hidup . Tanpa kebenaran manusia akan punah .

Selamat beraktifitas , salam sehat untuk sahabat pembaca budiman , Rahayu untuk kita semua.

Scroll to Top