AGAMA, POLITIK, SEJARAH, LAHIR DARI KEBUTUHAN MANUSIA

Oleh: I Wayan Sugitha

Ketiga hal di atas, agama, politik, dan sejarah, lahir dari kebutuhan manusia untuk memahami dunia.

Agama memberi makna. Politik mengatur kehidupan bersama. Sejarah mencatat dan menyimpan ingatan.

Namun, ketiganya bisa berubah menjadi alat yang menakutkan ketika berhenti menjadi ruang dialog dan menjelma menjadi tembok larangan. Jika agama, politik, dan sejarah ingin tetap relevan, ketiganya harus tahan uji dan siap digugat.

Sebab, dialog atau percakapan terbuka bukanlah ancaman bagi kebenaran. Ia adalah satu-satunya cara agar kebenaran tetap bernapas.

Kebenaran itu natural, terbawa sejak lahir, milik banyak orang, dan menuntun manusia pada keselamatan. Kebenaran lebih bernilai daripada kepintaran. Buta kepintaran lebih baik daripada buta kebenaran. Manusia tanpa kepintaran masih bisa hidup. Tanpa kebenaran, manusia akan punah.

Selamat beraktivitas, sahabat dan pembaca budiman.

Salam sehat dan Rahayu.

Scroll to Top