CERITA SELEMBAR DAUN KECIL

Oleh: I Wayan Sugitha

Selembar daun kecil memang tidak mampu menutup dunia. Tetapi, bila menempel dan menutup mata, tertutuplah dunia itu. Jika pikiran buruk masih menempel di hati, maka semua kebaikan yang telah ditanam tidak terlihat.

Dulu dan Kini

Dulu, kita merasa harus memenangkan setiap perdebatan untuk merasa benar. Kini, kita memilih diam bukan karena kalah, tetapi karena sadar bahwa ketenangan batin jauh lebih berharga daripada pengakuan dan pujian orang lain.

Kedewasaan mengajarkan kita untuk memilih pertempuran mana yang layak dihadapi dan mana yang cukup dilepaskan dengan jubah terindah – senyuman tipis.

Jangan lupa, hidup ini adalah tentang membuka mata, bertemu, dan akhirnya menutup mata lalu pergi. Dan kehilangan yang paling menyakitkan adalah kepergian untuk selamanya. Sekuat apa pun kita merindukan, ia tak pernah kembali.

Dari itu, selagi masih diberi waktu dan usia oleh-Nya, lebih banyaklah belajar memberi. Jadilah seperti lampu dan matahari yang tetap bersinar dan menerangi, meskipun tak pernah mendapatkan ucapan terima kasih.

Karena kebaikan sejati bukan tentang apa yang kembali kepadamu, tetapi tentang apa yang kamu lepaskan dengan tulus dan ikhlas.

(Imam Syafi’i)

Selamat beraktivitas.

Salam sehat, Rahayu untuk sahabat dan kita semua.

Scroll to Top