Oleh: dr. I Wayan Widana, Sp.An, KMN, FIPM, FIPP, CIPS
Pernahkah Anda merasakan nyeri wajah yang datang tiba-tiba seperti disambar petir atau tersengat listrik? Nyeri tersebut berlangsung hanya beberapa detik, tetapi intensitasnya sangat luar biasa hingga membuat penderita berhenti berbicara, sulit makan, bahkan takut menyentuh wajahnya sendiri. Banyak orang mengira keluhan ini berasal dari sakit gigi atau sinusitis.
Padahal, penyebabnya bisa berasal dari gangguan saraf yang dikenal sebagai Neuralgia Trigeminal (Trigeminal Neuralgia/TN). Para ahli bahkan menyebut penyakit ini sebagai “the suicide disease”, karena pada sebagian penderita, rasa sakitnya begitu hebat sehingga menyebabkan depresi berat apabila tidak ditangani dengan baik. Apa Itu Neuralgia Trigeminal?
Neuralgia trigeminal merupakan penyakit akibat gangguan pada saraf trigeminus, yaitu saraf terbesar di wajah yang bertugas menghantarkan rasa dari dahi, pipi, hidung, bibir, gigi, hingga dagu menuju otak.
Pada penderita neuralgia trigeminal, saraf tersebut menjadi sangat sensitif sehingga rangsangan yang sebenarnya ringan dapat menimbulkan nyeri luar biasa. Saraf trigeminus memiliki tiga cabang utama: Cabang mata (V1) Cabang pipi dan rahang atas (V2) Cabang rahang bawah (V3) Nyeri dapat muncul pada satu atau beberapa cabang tersebut.
Seberapa Berat Nyerinya? Penderita sering menggambarkan nyerinya sebagai: seperti tersengat Listrik, seperti ditusuk pisau, seperti terbakar, seperti disambar petir. Nyeri biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga dua menit, tetapi dapat berulang puluhan bahkan ratusan kali dalam sehari.
Yang unik, serangan nyeri dapat dipicu hanya karena: mencuci muka, menggosok gigi, mencukur, berbicara, makan, tersenyum, tertiup angin Karena takut timbul nyeri, banyak penderita akhirnya mengurangi makan sehingga berat badannya turun drastis. Mereka juga sering mengalami gangguan tidur, kecemasan, depresi, dan menarik diri dari lingkungan sosial.
Siapa yang Berisiko? Menurut berbagai penelitian yang dirangkum dalam jurnal ini: lebih sering terjadi pada Wanita, umumnya berusia di atas 50 tahun, angka kejadian sekitar 4–13 kasus per 100.000 penduduk setiap tahun. Mengapa Bisa Terjadi? Penyebab tersering adalah pembuluh darah yang menekan saraf trigeminus di dasar otak.
Tekanan yang berlangsung bertahun-tahun menyebabkan lapisan pelindung saraf (mielin) menjadi rusak sehingga saraf menjadi sangat mudah menghantarkan sinyal nyeri. Selain itu, neuralgia trigeminal juga dapat disebabkan oleh: Multiple sclerosis, Tumor di dasar otak, Kelainan pembuluh darah, Penyebab yang belum diketahui (idiopatik).
Jangan Salah Diagnosis Tidak sedikit penderita yang menjalani pencabutan beberapa gigi karena dikira sakit gigi. Padahal setelah seluruh gigi dicabut, rasa nyeri tetap muncul. Oleh karena itu, nyeri wajah yang berulang sebaiknya diperiksa oleh dokter agar mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan MRI sering diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat pembuluh darah yang menekan saraf atau penyebab lain seperti tumor.
Apakah Penyakit Ini Bisa Disembuhkan? Kabar baiknya, ya. Saat ini terdapat banyak pilihan terapi yang efektif, mulai dari obat-obatan hingga tindakan minimal invasif dan operasi. Terapi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan obat lini pertama seperti karbamazepine atau okskarbazepine, kemudian dipertimbangkan terapi tambahan, suntikan botulinum toxin tipe A, tindakan radiofrekuensi, Gamma Knife, atau operasi microvascular decompression bila diperlukan.
Pesan penting
Nyeri wajah hebat bukanlah kondisi yang harus ditahan atau dianggap sebagai sakit gigi biasa. Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang pasien memperoleh pengobatan yang efektif dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut akan serangan nyeri.