Pernahkah Anda merasakan nyeri tajam di tumit saat pertama kali bangun tidur? Rasa sakit itu biasanya berkurang setelah berjalan beberapa menit, tetapi akan kembali muncul setelah berdiri lama atau banyak berjalan. Bila ya, bisa jadi Anda mengalami plantar fasciitis, salah satu penyebab nyeri tumit yang paling sering dialami masyarakat. Kini, selain terapi konvensional, telah berkembang Platelet-Rich Plasma (PRP), yaitu terapi regeneratif yang membantu mempercepat penyembuhan jaringan yang rusak.
Apa Itu Plantar Fasciitis?
Plantar fascia adalah pita jaringan ikat yang membentang dari tulang tumit menuju pangkal jari kaki. Jaringan ini berfungsi menopang lengkung telapak kaki dan menyerap tekanan saat berjalan. Ketika jaringan ini mengalami cedera berulang, timbul peradangan dan kerusakan mikroskopik sehingga muncul nyeri pada tumit. Keluhan yang sering dirasakan antara lain:
- Nyeri saat langkah pertama di pagi hari.
- Nyeri setelah duduk lama.
- Nyeri bertambah saat berdiri lama.
- Sulit berjalan jauh.
- Aktivitas olahraga menjadi terganggu.
Siapa yang Berisiko?
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko antara lain:
- Usia 35-60 tahun.
- Berat badan berlebih.
- Berdiri lama saat bekerja.
- Pelari atau atlet.
- Lengkung kaki terlalu tinggi atau terlalu datar.
- Otot betis yang kaku.
- Menggunakan alas kaki yang kurang baik.
Apa Itu PRP?
Platelet-Rich Plasma (PRP) adalah plasma darah yang mengandung trombosit dengan konsentrasi jauh lebih tinggi dibanding darah biasa.
PRP dibuat dari darah pasien sendiri sehingga sangat aman karena tidak berasal dari orang lain. Prosesnya sederhana:
- Dokter mengambil sekitar 20 ml darah pasien.
- Darah diproses menggunakan mesin sentrifus.
- Dipisahkan bagian plasma yang kaya trombosit.
- PRP kemudian disuntikkan ke lokasi cedera.
Karena berasal dari tubuh sendiri, risiko alergi maupun penolakan sangat kecil.
Mengapa PRP Bisa Membantu Penyembuhan?
Trombosit ternyata bukan hanya berfungsi menghentikan perdarahan. Di dalamnya terdapat berbagai growth factor (faktor pertumbuhan) yang berperan penting dalam memperbaiki jaringan, seperti: PDGF, TGF-β, VEGF, EGF, IGF.
Zat-zat tersebut membantu:
- Merangsang pembentukan kolagen
- Memperbaiki jaringan yang rusak
- Meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru
- Mempercepat regenerasi jaringan
PRP Bukan Sulap
Perlu dipahami bahwa PRP tidak bekerja secara instan. Berbeda dengan suntikan kortikosteroid yang sering memberi efek cepat tetapi sementara, PRP membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum manfaat maksimal dirasakan.
Namun kelebihannya adalah:
- Hasil lebih bertahan lama
- Memperbaiki jaringan, bukan sekadar menghilangkan nyeri
Apakah Semua Orang Cocok Mendapat PRP?
Tidak selalu. Dokter biasanya akan mengevaluasi kondisi pasien terlebih dahulu. PRP umumnya dipertimbangkan pada pasien yang sudah menjalani fisioterapi, sudah mengonsumsi obat, sudah mengganti alas kaki, tetapi nyeri masih berlangsung lebih dari 3 bulan.
Pesan untuk Masyarakat
Nyeri tumit bukanlah bagian normal dari proses penuaan. Bila dibiarkan, keluhan dapat mengganggu pekerjaan, olahraga, bahkan aktivitas sederhana seperti berjalan di rumah.
Perkembangan dunia kedokteran kini menghadirkan terapi regeneratif seperti Platelet-Rich Plasma (PRP) yang bertujuan membantu tubuh memperbaiki jaringan yang rusak secara alami. Berdasarkan penelitian terbaru, terapi ini memberikan penurunan nyeri yang bermakna dan meningkatkan fungsi kaki pada banyak pasien dengan plantar fasciitis kronis. Meskipun demikian, PRP bukan solusi instan dan tidak cocok untuk semua orang. Konsultasi dengan dokter yang berpengalaman tetap diperlukan untuk menentukan apakah terapi ini merupakan pilihan yang tepat.
Referensi
Singh H, Tyagi S, Qamar R, dkk. Functional Outcomes After Injections of Platelet-Rich Plasma for Plantar Fasciitis. Cureus. 2025.