Lukisan by Dokter Bagus Darmayasa

SARAF YANG SERING TERLUPAKAN, TETAPI BISA MEMBUAT TULANG BELIKAT LEMAH

DORSAL SCAPULAR NERVE INJURY

Oleh: dr. I Wayan Widana, Sp.An-KMN, FIPM, FIPP, CIPS

Pernahkah Anda merasa sulit menarik bahu ke belakang, mudah lelah ketika melakukan aktivitas dengan tangan di atas kepala, atau mengalami nyeri di sepanjang sisi dalam tulang belikat?

Sebagian orang mungkin menganggapnya hanya sebagai pegal otot, salah posisi tidur, atau kecapekan. Namun, pada sebagian kasus, keluhan tersebut dapat berasal dari sesuatu yang jauh lebih spesifik: gangguan saraf yang mengatur otot-otot di sekitar tulang belikat, yaitu dorsal scapular nerve. Saraf ini memang tidak sepopuler long thoracic nerve atau spinal accessory nerve. Bahkan, cedera saraf ini relatif jarang. Tetapi ketika mengalami gangguan, ia dapat menyebabkan kelemahan otot rhomboid dan perubahan posisi tulang belikat yang dikenal sebagai scapular winging atau tulang belikat tampak menonjol.

Apa sebenarnya dorsal scapular nerve?

   Untuk memahaminya, bayangkan tulang belikat (scapula) seperti “sayap” yang harus bergerak harmonis di belakang tubuh. Agar bahu dapat bergerak dengan baik, tulang belikat harus tetap stabil sekaligus dapat bergerak mengikuti gerakan lengan. Salah satu kelompok otot penting dalam sistem ini adalah otot rhomboid, yang terdiri dari: Rhomboid minor. Rhomboid major.

Kedua otot tersebut berada di antara tulang belakang dan tulang belikat. Fungsinya antara lain membantu menarik tulang belikat ke arah tulang belakang (scapular retraction) dan membantu menjaga kestabilan posisi scapula.  Otot-otot tersebut mendapatkan persarafan terutama dari dorsal scapular nerve, yang umumnya berasal dari akar saraf C5 dan pada sebagian orang dapat memperoleh kontribusi dari C4. Saraf ini kemudian berjalan melalui daerah otot scalene sebelum menuju ke otot-otot di sekitar tulang belikat.

Jadi sederhananya:

   Saraf dorsal scapular → menggerakkan otot rhomboid → mengontrol tarikan tulang belikat ke belakang. Jika saraf terganggu, kekuatan gerakan tersebut dapat berkurang.

Apa yang dirasakan pasien?

   Keluhannya sering kali tidak dramatis. Inilah salah satu alasan mengapa kondisi ini mudah terlewatkan. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain: Sulit menarik bahu ke belakang

Pasien merasa gerakan seperti: Coba tarik kedua bahu ke belakang, menjadi lebih sulit dilakukan pada sisi yang sakit. Misalnya ketika seseorang mencoba memperbaiki postur dengan menegakkan dada dan menarik kedua bahu ke belakang, salah satu sisi terasa lebih lemah. Tulang belikat tampak sedikit menonjol. Pada beberapa pasien, salah satu tulang belikat terlihat lebih menonjol dibandingkan sisi sebelahnya.

Kondisi ini disebut scapular winging. Namun, pada cedera dorsal scapular nerve, winging biasanya lebih halus dibandingkan winging akibat kelumpuhan serratus anterior.  Nyeri di sekitar sisi dalam tulang belikat. Pasien dapat merasakan: nyeri tumpul, rasa pegal, rasa tertarik, atau ketidaknyamanan di sepanjang medial border scapula.

Keluhan dapat semakin terasa ketika bahu digunakan berulang kali.  Cepat lelah saat aktivitas overhead. Aktivitas seperti: mengecat dinding,  mengangkat barang,  bermain voli,  olahraga dengan gerakan tangan di atas kepala,  atau pekerjaan berulang dengan bahu, dapat memunculkan keluhan.

Mengapa kondisi ini sering salah dikenali?

   Masalahnya, lokasi keluhannya berada di sekitar leher, bahu, dan tulang belikat.

Daerah tersebut juga merupakan lokasi berbagai masalah lain, misalnya: nyeri otot,  gangguan sendi bahu,  cervical radiculopathy, myofascial pain, gangguan rotator cuff, thoracic outlet syndrome,  atau masalah tulang belakang leher.  Bahkan, sebuah tinjauan mengenai scapular winging menunjukkan bahwa kelumpuhan rhomboid dapat sulit dikenali karena perubahan posisi scapula relatif ringan dan otot rhomboid berada di bawah otot trapezius.  Dengan kata lain, pasien bisa saja sudah lama mengalami keluhan, tetapi penyebab sebenarnya belum ditemukan.

Siapa yang berisiko?

   Cedera dorsal scapular nerve dapat berhubungan dengan beberapa kondisi, antara lain: Trauma leher atau bahu. Benturan atau cedera tertentu dapat menyebabkan gangguan pada saraf.

Aktivitas olahraga berulang: Gerakan bahu berulang, terutama aktivitas overhead, dapat memberikan tekanan pada struktur saraf dan otot di sekitar scapula. Atlet seperti pemain voli dan olahraga yang melibatkan gerakan bahu berulang pernah dilaporkan mengalami masalah pada saraf ini.  Ketegangan atau kompresi otot scalene. Cedera akibat prosedur medis

Pada kondisi tertentu, cedera saraf dapat terjadi sebagai komplikasi tindakan atau trauma medis.

Masalah akar saraf leher

   Gangguan pada akar saraf, terutama sekitar C5, juga dapat menyerupai atau berkontribusi terhadap kelemahan yang melibatkan rhomboid.

Pemeriksaan sederhana

   Ada satu prinsip penting: “Jangan hanya melihat di mana pasien merasa sakit. Lihat gerakan apa yang menjadi lemah.” Dokter dapat meminta pasien melakukan gerakan tertentu untuk menilai fungsi rhomboid.

Misalnya: “Tarik kedua bahu ke belakang melawan tahanan.” Jika salah satu sisi jauh lebih lemah atau gerakan scapula tampak asimetris, dokter dapat mempertimbangkan adanya kelemahan rhomboid. Pemeriksaan lain dapat dilakukan dengan posisi tangan tertentu dan meminta pasien mendorong siku ke belakang melawan tahanan. Pemeriksaan ini membantu menilai fungsi rhomboid.  Tetapi pemeriksaan sederhana ini bukan diagnosis pasti. Jika terdapat kelemahan yang menetap, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan neurologis lebih lengkap dan, pada kasus tertentu, electromyography (EMG) dan nerve conduction study (NCS). Pemeriksaan pencitraan seperti ultrasound atau MRI juga dapat membantu pada kasus tertentu untuk melihat perubahan saraf atau otot.

Ingat Gerakannya, Bukan Hanya Ototnya

   Ada satu cara sederhana untuk mengingat kondisi ini: “Apa gerakan yang hilang?”

Jika pasien sulit:“MENARIK BAHU KE BELAKANG” maka kita perlu memikirkan fungsi rhomboid. Dan jika rhomboid lemah, salah satu kemungkinan yang perlu dipertimbangkan adalah: Dorsal scapular nerve injury atau neuropathy.

Kapan harus diperiksa?

   Jangan menganggap semua nyeri di sekitar tulang belikat hanya sebagai “pegal”.Sebaiknya periksakan diri apabila: kelemahan bahu berlangsung terus-menerus,  salah satu scapula tampak semakin menonjol,  sulit menarik bahu ke belakang,  terdapat penurunan kemampuan mengangkat atau menggunakan lengan, nyeri menetap atau semakin berat, keluhan muncul setelah kecelakaan atau cedera,  atau terdapat keluhan leher disertai kelemahan lengan.

Terutama jika kelemahan semakin progresif, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah masalah berasal dari saraf, otot, sendi, atau tulang belakang.

Tubuh kita memiliki sistem yang sangat kompleks.

   Kadang-kadang, nyeri di sekitar tulang belikat bukan sekadar masalah otot. Ada saraf-saraf kecil yang bekerja diam-diam untuk mengatur posisi dan gerakan scapula. Salah satunya adalah dorsal scapular nerve. Karena gejalanya dapat ringan dan scapular winging-nya sering tidak mencolok, kondisi ini dapat terlupakan.

Maka, ketika seseorang mengeluh:“Bahu saya terasa lemah kalau ditarik ke belakang.”jangan hanya bertanya:“Di mana sakitnya?”Tetapi tanyakan juga:“Gerakan apa yang tidak bisa dilakukan seperti biasanya?”Karena dalam dunia kedokteran saraf dan nyeri, gerakan yang hilang sering kali memberikan petunjuk penting tentang saraf yang bermasalah.Dorsal scapular nerve mungkin kecil dan jarang dibicarakan—tetapi mengenalinya dapat membantu menemukan penyebab nyeri dan kelemahan scapula yang selama ini tidak terjelaskan.


Referensi

Martin RM, Fish DE. Scapular winging: anatomical review, diagnosis, and treatments. Curr Rev Musculoskelet Med.

Scapular Winging: Review of the Literature.

Bishop KN, Varacallo M. Anatomy, Shoulder and Upper Limb, Dorsal Scapular Nerve. StatPearls/NCBI Bookshelf.

Dorsal scapular nerve entrapment: a systematic review. PubMed, 2026.

Dorsal scapular nerve neuropathy: a narrative review of the literature.

Dorsal scapular nerve entrapment neuropathy managed by ultrasound-guided hydrodissection: a case report.

Scroll to Top