Lukisan by: Dokter Bagus Darmayasa

USG eFAST PEMERIKSAAN, 5 MENIT YANG DAPAT MENYELAMATKAN NYAWA KORBAN KECELAKAAN

 dr. I Wayan Widana, Sp.An., KMN., FIPM., FIPP., CIPS

Setiap hari kita menyaksikan berita kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, maupun korban jatuh dari ketinggian. Banyak korban tampak hanya mengalami luka ringan dari luar, namun ternyata mengalami perdarahan hebat di dalam tubuh. Perdarahan internal seperti ini sering kali tidak terlihat oleh mata dan dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera dikenali.
Kabar baiknya, perkembangan teknologi kedokteran kini memungkinkan dokter menemukan
perdarahan tersebut hanya dalam waktu sekitar 3–5 menit, tanpa operasi, tanpa radiasi, dan dapat dilakukan langsung di ruang gawat darurat. Pemeriksaan tersebut dikenal dengan nama eFAST (Extended Focused Assessment with Sonography for Trauma).  

Mengapa Perdarahan Dalam Sangat Berbahaya?

Pada korban trauma, penyebab kematian tersering bukanlah patah tulang, melainkan perdarahan yang tidak segera diketahui.
Seseorang dapat terlihat masih sadar dan mampu berbicara, padahal darah terus mengalir di rongga perut atau dada. Ketika jumlah darah yang hilang semakin banyak, tekanan darah turun drastis sehingga pasien dapat mengalami syok bahkan meninggal dunia.
Karena itu, dokter harus dapat menjawab satu pertanyaan penting secepat mungkin:
“Apakah ada perdarahan di dalam tubuh pasien?”

Di sinilah pemeriksaan eFAST menjadi sangat berperan.
 
Apa Itu eFAST?
eFAST adalah pemeriksaan menggunakan USG portabel (Point-of-Care Ultrasound/POCUS) yang dilakukan langsung di samping tempat tidur pasien.
Berbeda dengan USG biasa yang dilakukan di ruang radiologi, eFAST dilakukan segera oleh dokter gawat darurat, dokter bedah trauma, maupun dokter anestesi yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
Pemeriksaan ini hanya membutuhkan waktu sekitar kurang dari lima menit, sehingga keputusan
penyelamatan pasien dapat dilakukan jauh lebih cepat.  
 
Apa Saja yang Dicari Dokter?
Melalui eFAST, dokter mencari adanya: Perdarahan di rongga perut, Perdarahan di sekitar
jantung, Darah di rongga dada, Udara yang bocor di rongga dada (pneumotoraks)
Keempat kondisi tersebut merupakan penyebab kematian yang sering terjadi pada korban trauma.
 
Mengapa Pemeriksaan Ini Sangat Penting?
Sebelum adanya USG trauma, dokter sering harus mengirim pasien ke ruang CT Scan.
Masalahnya, pasien yang mengalami syok sering kali tidak cukup stabil untuk dipindahkan.
eFAST memungkinkan pemeriksaan dilakukan: di ruang IGD, di ruang resusitasi, di ambulans
tertentu, bahkan di lokasi bencana  

Tanpa harus menunggu lama.
 
Dokter menempelkan probe USG pada beberapa bagian tubuh, yaitu:
1. Perut kanan atas
Untuk melihat apakah terdapat darah di sekitar hati dan ginjal.
Ini merupakan lokasi yang paling sering ditemukan perdarahan pada trauma.
 
2. Perut kiri atas
Untuk mencari perdarahan di sekitar limpa.
 
3. Daerah panggul

Darah sering berkumpul di rongga panggul sehingga area ini harus diperiksa secara khusus.
 
4. Daerah bawah tulang dada
Digunakan untuk melihat apakah terdapat darah yang mengelilingi jantung.
Penumpukan darah sedikit saja dapat menyebabkan jantung berhenti memompa secara normal.
 
5. Kedua sisi dada
Inilah tambahan pemeriksaan pada Extended FAST (eFAST).
Dokter dapat mengetahui apakah paru mengalami kebocoran udara (pneumotoraks) atau terdapat
darah di rongga dada (hemotoraks).
Semua pemeriksaan tersebut dapat dilakukan hanya dalam beberapa menit.  
 
Tidak Menggunakan Radiasi. Banyak masyarakat khawatir terhadap paparan radiasi. Berbeda dengan
CT Scan, eFAST: tidak menggunakan sinar-X, tidak menggunakan zat kontras, aman diulang berkali-
kali, dapat dilakukan pada anak maupun wanita hamil bila diperlukan.  
Karena itu, pemeriksaan ini menjadi salah satu alat penting dalam penanganan awal trauma.  
 
Seberapa Akurat?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa eFAST memiliki: sensitivitas sekitar 85–96%, spesifisitas
lebih dari 98%.   
Pada pasien trauma dengan tekanan darah sangat rendah, kemampuan eFAST menemukan
perdarahan bahkan mendekati 100%.  
 
Apakah Hasil eFAST Selalu Benar?
Tidak.
Meskipun sangat membantu, eFAST tetap memiliki keterbatasan.
Misalnya: perdarahan yang jumlahnya masih sangat sedikit, perdarahan di belakang rongga perut
(retroperitoneal), pasien dengan obesitas, banyak gas usus yang mengganggu gambaran USG.  
Karena itu, dokter sering mengulang pemeriksaan beberapa kali atau melanjutkan dengan CT Scan
bila kondisi pasien sudah stabil.  
 
Mengapa Kini Hampir Semua Rumah Sakit Trauma Menggunakannya?
Saat ini eFAST telah menjadi bagian dari standar penanganan trauma di berbagai pusat trauma dunia
dan direkomendasikan dalam protokol Advanced Trauma Life Support (ATLS).
Penggunaan eFAST terbukti dapat: mempercepat diagnosis, mempercepat tindakan operasi bila
diperlukan, mengurangi waktu di IGD, mengurangi pemeriksaan yang tidak perlu, meningkatkan
keselamatan pasien trauma.  
 
Pesan untuk Masyarakat
Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami kecelakaan, jangan hanya melihat luka yang tampak
dari luar.
Perdarahan di dalam tubuh sering kali tidak terlihat, tetapi justru paling berbahaya.
Jika dokter di IGD melakukan pemeriksaan USG singkat pada dada dan perut, jangan khawatir.
Pemeriksaan tersebut kemungkinan adalah eFAST, yaitu prosedur cepat yang bertujuan mencari
perdarahan tersembunyi dan membantu menentukan apakah pasien memerlukan operasi segera.
Semakin cepat perdarahan ditemukan, semakin besar peluang pasien untuk diselamatkan.
 
Pesan untuk manajemen rumah sakit:  
Mari latih semua dokter untuk belajar eFAST agar banyak pasien trauma bisa diselamatkan  
 
Kesimpulan
eFAST merupakan salah satu inovasi penting dalam dunia kedokteran gawat darurat. Dengan
pemeriksaan USG sederhana yang berlangsung kurang dari lima menit, dokter dapat mendeteksi
perdarahan atau cedera yang mengancam jiwa secara cepat, aman, dan tanpa radiasi. Meskipun tidak
menggantikan CT Scan pada semua kasus, eFAST telah menjadi alat utama dalam penanganan awal
pasien trauma dan berperan besar dalam meningkatkan angka keselamatan pasien.

Scroll to Top