Kebiasaan Paling Merusak Adalah “Ketakutan”
Oleh: I Wayan Sugitha
Ketakutan adalah penjara yang dibangun oleh pikiran sendiri. (Socrates)
Rasa takut menggantungkan diri pada suatu hal yang belum terjadi.
Tidak semua penjara memiliki dinding dan jeruji besi. Ada penjara yang dibangun oleh pikiran sendiri.
Saat takut menguasai cara berpikir kita, kita dapat kehilangan kebebasan bahkan sebelum benar-benar menghadapi kenyataan.
Di sekolah, seorang murid yang takut menjawab pertanyaan gurunya mungkin memilih diam agar tidak melakukan kesalahan.
Namun, karena hidup adalah memilih dan ia memilih diam, ia kehilangan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Yang membatasi bukan gurunya, melainkan ketakutan yang tumbuh dalam pikirannya.
Meminjam pandangan Socrates, keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keberanian adalah kesediaan untuk tetap melangkah meskipun rasa takut masih ada.
Dengan menghadapi ketakutan, seseorang akan mengetahui bahwa banyak hal yang selama ini ia takuti ternyata tidak sebesar yang ia bayangkan.
Socrates juga menegaskan bahwa ketika ego memimpin, seseorang akan sulit menerima kebenaran.
Socrates mengajarkan bahwa kebenaran hanya bisa diterima oleh pikiran yang terbuka. Saat ego memimpin, seseorang akan lebih sibuk mempertahankan dirinya daripada mencari apa yang benar.
Akibatnya, nasihat dianggap sebagai “serangan”, kritik dianggap sebagai “penghinaan”, dan perbedaan pendapat dianggap sebagai “ancaman”.
Coba bayangkan sebuah rumah yang semua jendelanya tertutup sehingga cahaya sulit masuk. Demikian juga dengan kebenaran. Kebenaran bukan selalu sulit ditemukan, tetapi sulit diterima oleh hati yang tertutup oleh ego.
Socrates menegaskan dan menekankan bahwa kesalahan bukanlah tanda kelemahan.
Melainkan bukti bahwa seseorang lebih mencintai kebenaran daripada harga dirinya.
Sebab, ego membuat kita ingin terlihat hebat, sedangkan kebijaksanaan membuat kita berani mengakui ketika kita salah.
Padahal, penghalang terbesar untuk menemukan kebenaran bukanlah kebodohan, melainkan ego yang menutup pintu bagi cahaya kebenaran itu sendiri.
Makanya, jangan tutup jendela pikiranmu. Biarkan cahaya filosofis masuk sebagai obor kebijaksanaan.
Ingat, kawan dan sahabat semua, kebiasaan paling merusak adalah “ketakutan” atau “kekhawatiran”.
Dalam menjalani kehidupan, ketakutan atau rasa khawatir adalah salah satu musuh terbesar dari “kesuksesan”.
Selamat beraktivitas dan berakhir pekan, para sahabat pembaca budiman.
Salam sehat dan rahayu.